Belajar bahasa asing tentu bukanlah hal tabu pada abad ini. Banyak orang mulai untuk belajar bahasa asing atas tuntutan pekerjaan, tuntutan hidup yang ingin menjadi lebih baik, atau sekedar hanya untuk mengisi waktu luang. Tidak bisa dipungkiri bahwa banyak juga dari mereka memilih untuk belajar mandiri atau otodidak dengan berbagai sumber internet. Tentu Bahasa Jerman termasuk salah satu bahasa asing yang cukup populer di dunia. Tidak hanya karena negara Jerman menawarkan berbagai kemudahan hidup yang menggiurkan, namun juga karena bahasa ini cukup unik dan menyenangkan untuk dipelajari.

Nah.., bagi kalian yang ingin belajar Bahasa Jerman, berikut adalah hal-hal yang patut kalian hindari:

  1. Menyamakan Struktur Kalimat dengan Bahasa Indonesia

Salah satu hal unik Bahasa Jerman adalah tidak semua posisi kata kerja berada pada posisi kedua. Terdapat struktur kalimat yang posisi kata kerjanya justru berada di belakang sendiri.

Contoh:

Bahasa Indonesia – Aku ingin terbang ke Jerman, karena aku ingin bekerja di sana.

Bahasa Jerman – Ich möchte nach Deutschland fliegen, weil ich dort arbeiten möchte.

 

  1. Tidak Menghafal Artikel (der/die/das)

Hal yang tidak kalah unik berikutnya adalah mengenai artikel pada setiap kata benda Bahasa Jerman. Sebenarnya ada kiat-kiat khusus bagaimana menghafalnya secara lebih mudah, tapi hal yang paling penting adalah menghafalnya. Artikel der biasanya untuk kata benda maskulin, die untuk feminin, dan das untuk neutrum (netral).

Contoh:

Der Tisch = Meja

Die Blume = Bunga

Das Buch = Buku

Di Jerman Schule kami mewajibkan semua peserta untuk menghafal minimal 10 kata Bahasa Jerman sebagai tiket masuk kelas. Nantinya, catatan kosakata ini bisa menjadi kamus pribadi peserta.

 

  1. Mengabaikan Perubahan Kata Kerja (Konjugasi)

Poin selanjutnya adalah kesalahan paling umum yang dilakukan bahkan tidak hanya untuk pemula. Setiap subjek memiliki perubahan kata kerja yang berbeda-beda, maka ketika menggunakannya harus selalu menyesuaikan.

Contoh:

Ich warte

Du wartest

Wir warten

warten = menunggu

 

  1. Salah Pengucapan Huruf yang Tidak Ada di Bahasa Indonesia

Terdapat beberapa huruf khas yang digunakan dalam bahasa Jerman. Untuk huruf vokal ada tambahan tanda baca, yang biasa disebut umlaut atau titik dua di atas huruf a, u, dan o.

Ä – dibaca ae

Ü – dibaca ue

Ö –  dibaca ou

  1. Menerjemahkan Idiom Secara Literal

Seperti bahasa pada umumnya, bahasa Jerman juga memiliki beberapa idiom.

Contoh:

in den sauren Apfel beißen

Memiliki arti melakukan sesuatu yang tidak diinginkan. Sedangkan arti secara mentahnya adalah menggigit apel yang asam.

  1. Terlalu Fokus Grammar, Minim Praktik Sprechen

Tandempartner juga merupakan hal penting ketika belajar bahasa. Hal-hal yang sudah dipelajari harus dipraktikkan segera agar tidak lupa dan terbiasa. Di Jerman Schule tentu saja semua peserta bisa selalu mempraktikkan bahasa yang telah mereka pelajari. Bahkan kami juga menetapkan peraturan untuk wajib berbahasa Jerman di lingkungan lembaga.

  1. Tidak Konsisten Belajar karena merasa “bisa dikebut semalam”

Konsisten adalah kunci untuk setiap hal. Melalui jadwal teratur dan jam pembelajaran yang efektif, Jerman Schule akan membantu semua peserta untuk perlahan namun pasti fasih berbahasa Jerman. Bahasa adalah hal yang tidak mudah untuk dikuasai dalam waktu singkat, harus konsisten, terbiasa, dan telaten.

 

Maka tunggu apalagi? Jangan buang waktu kalian dan segeralah bergabung bersama Jerman Schule. Tidak hanya ilmu yang akan kalian dapat, melainkan juga keluarga, dan pengalaman belajar yang tak terlupakan.